Selain meningkatkan kanker, paparan asap kendaraan juga memperburuk kualitas sperma.
Kontaminasi gas buang kendaraan bermotor menyumbang 70 persen polusi udara di Jakarta. Ini tak hanya menciptakan kota jorok, tapi juga menimbulkan masalah kesehatan warganya.
Lembaga penelitian McGill University Health Centre di Kanada mengungkap, paparan asap kendaraan berlebih meningkatkan risiko kanker payudara pada wanita dua kali lipat. Ini terkait dengan peningkatan kadar nitrogen dioksida (NO2) yang masuk ke tubuh.
"Tapi, bukan berarti NO2 menjadi penyebab kanker," kata Mark Goldberg, dari lembaga penelitian itu. "NO2 hanya sebagai penanda, bukan satu-satunya agen karsinogen penyebab kanker."
Goldberg menegaskan, NO2 bukan satu-satunya elemen gas buang bersifat karsinogen yang dihasilkan kendaraan bermotor. Ada sejumlah elemen gas buang kendaraan bermotor lainnya yang memiliki sifat penyubur pertumbuhan kanker.
Penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Environmental Health Perspective ini memperkuat studi sebelumnya terkait dampak buruk polutan kendaraan bermotor terhadap masyarakatnya. Selain meningkatkan kanker, asap kendaraan juga memperburuk kualitas sperma.
Hasil penelitian ini cukup membuat warga Jakarta waspada. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menempatkan Jakarta sebagai kota dengan tingkat polusi tertinggi ketiga di dunia, setelah Meksiko dan Thailand. Sumber polusi terbesar dihasilkan asap kendaraan bermotor yang mencapai 70 persen.
Secara tak langsung, pertumbuhan kendaraan yang tinggi penyebab macet di Jakarta meningkatkan masalah kesehatan warganya. (pet)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar